Mahasiswa S2 Filsafat, Jadi Pembicara Diskusi Ilmiah: “ASEAN community 2015”
Jumat, 07 Juni 2013 14:59
Admin
Program ASEAN community yang akan dideklarasikan pada tahun 2015 sebagai cita-cita negara-negara yang tergabung dalam ASEAN, yakni Indonesia, Kamboja, Thailand, Singapura, Filipina, Brunei, Malaysia, Myanmar, Laos, dan Vietnam, bersepakat membentuk masyarakat yang damai, harmonis, makmur dan terintegrasi di kawasan Asia Tenggara. ASEAN community mencakup tiga pilar utama yaitu: Masyarakat poitik-keamanan ASEAN (ASEAN political-Security Community), Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN economic Society), dan Masyarakat Sosial Budaya (ASEAN Socio-cultural Community).
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 07 Juni 2013 15:04
Selengkapnya...
Filsafat Gelar Diskusi tentang Islam di Amerika
Rabu, 29 May 2013 14:49
Admin
Perpustakaan Fakultas Filsafat UGM kembali menggelar diskusi rutin pada hari Rabu 29 Mei 2013 pukul 10.00 WIB di Ruang Baca Perpustakaan Fakultas Filsafat UGM. Bertindak sebagai pembicara kali ini adalah Yulianingsih Riswan, S. Fil., M.A. yang mengemukakan hasil penelitiannya tentang Islam di Amerika Serikat dengan tajuk "Islam di Amerika: Identitas dan Migrasi dalam Kajian Philosophy of Exclusion"
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 07 Juni 2013 14:54
Selengkapnya...
Seminar Nasional : "Hak Dasar Konstitusional Warga Negara"
Kamis, 23 May 2013 14:25
Admin
Kamis, (23/5/2013) Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada menggelar Seminar Nasional bertema: Menjamin Hak Konstitusional Warga Negara Melalui Constitutional Complain di Gedung Balai Shinta, Mandala Bhakti Wanitatama, Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia dan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Acara dibuka oleh Kepala Daerah DIY, Sultan Hamengkubuwono X. Persoalan hak-hak konstitusional warga negara menjadi persoalan yang urgen sejak paska reformasi dan bergulirnya iklim demokrasi liberal yang berkembang pesat di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hak dasar warga negara untuk mendapatkan kehidupan yang layak, pekerjaan, kesejahteraan, jaminan keamanan, kebebasan berpendapat, berekpresi, dan hak kedudukan yang sama di depan hukum sampai saat ini masih belum memiliki kepastian.
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 07 Juni 2013 14:48
Selengkapnya...
Mahasiswa Filsafat UGM Menjadi Pembicara Seminar Kesbangpol
Kamis, 16 May 2013 16:16
Admin
Kamis, 16 Mei 2013, Khairul Umam, Mahasiswa Fakultas Filsafat menjadi pembicara dalam acara Seminar Fasilitasi Pemsyarakatan Pancasila di Perguruan Tinggi di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri, kerjasama Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kemendagri Republik Indonesia dan Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada. Adapun tema kali ini yang diusung adalah“Revitalisasi Dan Aktualisasi Pancasila Dalam Rangka Penguatan Karakter Bangsa” di Universitas Gadjah Mada.
Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 21 May 2013 16:32
Selengkapnya...
Kajian Mahasiswa S2: Masa Depan, Pengembangan Penelitian Filsafat
Minggu, 28 April 2013 15:41
Admin
“Penelitian Filsafat bukan untuk mendikotomikan antara objek material dan objek formal tetapi juga mampu mereintrepretasi dan mengkritisi objek formal yang ada” -Mazhab Bulaksumur-
Sejarah perjalanan UGM sebagai universitas yang berjati diri khas Indonesia telah dirumuskan oleh para pengambil kebijakan dan akademisi UGM bahwa Jati diri Universitas Gadjah Mada sebagai universitas perjuangan, universitas nasional, universitas Pancasila, dan universitas berdasarkan kebudayaan diharapkan dapat membawa UGM sebagai universitas berkelas dunia dan unggul dalam kajian-kajian nilai-nilai kearifan lokal.
Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 08 May 2013 08:13
Selengkapnya...
Kajian Mahasiswa S2: Percikan Pemikiran Mazhab Bulaksumur
Sabtu, 20 April 2013 12:02
Admin
Ancaman “Filsafat Ekonomi” Cina “Hasrat berekonomi manusia sekarang ini adalah bukan untuk sekedar bertahan hidup lagi tetapi juga untuk menguasai dan memonopoli manusia yang lain sampai pada batas tidak diketahui” -Mazhab Bulaksumur-
Perkembangan pemikiran manusia kontemporer sekarang ini mengalami dinamika dan loncatan besar. Pemikiran kefilsafatan cenderung mengalami kemajuan dari berbagai segi. Kajian-kajian kefilsafatan kontemporer tidak membahas lagi tentang manusia dalam wujud eksistensi dan esensi sebagai manusia tetapi juga relasi manusia dalam percaturan antar bangsa. Manusia sebagai sumber daya yang berpeluang untuk mewujudkan bentuk-bentuk negara dan relasi seperti apa yang dinginkan. Hal ini terjadi tidak lepas dari perubahan tatanan masyarakat global yang mengarah pada kompetisi dan “pertarungan terbuka” untuk memperluas pengaruh dan memperkuat eksistensi negara.
Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 08 May 2013 08:13
Selengkapnya...
Kuliah Filsafat Wayang
Senin, 15 April 2013 08:34
Admin
Sabtu,(13/4/2013), Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada berupaya untuk menjadi centre of excellent dalam pengembangan penelitian, kajian, dan diskusi tentang Wayang. Sebagai mata kuliah pilihan, Filsafat Wayang memiliki kontribusi pada penguatan kajian Indonesia (Indonesian studies) dan kajian Nusantara (Nusantara studies) dalam bentuk kurikulum yang terintegrasi dengan mini project wayang melalui studi lapangan. Dalam kesempatan kali ini Mahasiswa S2 Fakultas Filsafat menonton wayang bersama Prof. Kasidi di Siti Hinggil, alun-alun selatan. Acara ini berkaitan dengan mata kuliah Filsafat Wayang yang diampu oleh Prof. Kasidi. Tema pargelaran wayang kali ini adalah Seta gugur dengan dalang Ki Hadi Sugito. Para mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini adalah Hastangka, Sandra, Destriana, Lilik, Wamiq, Fajar, Fariz, Dwi, dan Nurma.
Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 08 May 2013 08:12
Selengkapnya...
Kajian Mahasiswa S2: Pemurnian Demokrasi Indonesia, Mungkinkah?
Kamis, 04 April 2013 13:38
Admin
Kajian tentang demokrasi menjadi menarik ketika euforia demokrasi menjadi wacana dan perdebatan di era globalisasi dan informasi sekarang ini. Perkembangan pemikiran tentang demokrasi telah banyak dilakukan oleh para pemikir politik, sosial, dan filsafat. Persoalan demokrasi menjadi persoalan yang luas tidak hanya menyangkut masalah struktur politik, sosial, budaya, dan komunitas. Justru persoalan demokrasi menjadi isu krusial ketika dikaitkan dengan persoalan kesejahteraan dan ideologi negara kesejahteraan. Kedua, demokrasi menjadi menarik ketika aspek-aspek nilai dalam demokrasi kembali dipikirkan ulang. dan ketiga, demokrasi, dan globalisasi menjadi suatu yang tidak terpisahkan. Misalnya, praktek demokrasi di Indonesia cenderung tidak sejalan dengan konsep demokrasi yang ideal sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 08 May 2013 08:13
Selengkapnya...
|
|